Friday, 2 September 2016

Kamu (?)

Aku berjanji untuk tidak menulis apapun lagi tentang dirimu, sesuatu yang membuatku kembali terlihat menyedihkan.

Aku mencoba menjauhi apapun tentangmu, bahkan menghapus akun yang bisa membuatku mengetahui perkembanganmu dan tidak membaca pesan terakhir darimu.

Kamu tahu betapa sulit itu?

Aku mencoba melupakan bahwa tangisanku masih untukmu.
Rinduku masih untukmu.
Bahkan doaku masih terselip namamu.

Sesulit itukah melupakanmu????????????

Harus butuh berapa lama lagi untukku bisa lepas darimu??????????

Semalam aku memimpikanmu, setelah sekian lama aku berusaha mengelak dari tidak memikirkanmu, kamu tiba-tiba hadir.
Tidak, sesungguhnya kamu tidak pernah pergi dari pikiranku (bahkan hatiku).
Iya, kamu hadir, meski hanya di mimpiku.
Di sana, aku melihat kamu kembali, dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, kamu datang.
Kamu menyapaku.
Iya, di mimpiku, kamu menyapaku, seakan memberitahuku bahwa kamu telah kembali.
Aku harap kamu kembali ke sini, ke hatiku.
Di sana kamu begitu ramah, jauh berbeda dengan apa yang selama ini kau tuliskan dengan singkat dalam percakapan kita.
Kamu begitu hangat, tak sedingin apa yang selama ini kurasakan dalam percakapan kita.
Tidak, kamu jauh berbeda dengan apa yang selama ini terjadi dalam percakapan kita.

Aku sedikit berharap, itu bukan hanya sekadar mimpi.
Aku sedikit berharap, kamu memang benar-benar kembali.
Tidak hanya kembali setelah studimu selesai, namun kembali ke hatiku, rumah yang selama ini kau tinggalkan.